Menjelang akhir tahun 2025, tepatnya pada bulan Oktober, merupakan salah satu bulan yang menjadi berkah dan kebahagian bagi civitas akademika Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila. Bagaimana tidak, bulan itu dua orang mahasiswa telah berhasil mempersembahkan prestasi UNGGUL non akademik-bakat minat bagi jurusan tercinta. Adalah Rizky Bayu Pamungkas (2316051104) dan Rama Putra Heryan (2356051023) telah berhasil lolos sebagai penerima Hibah Bantuan Modal Usaha Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) Kementerian Ketenagakerjaan RI 2025. TKMP Kemnaker 2025 adalah program untuk (calon) wirausaha baru bagi mahasiswa yang memberikan modal usaha Rp 5 juta, pelatihan, dan pendampingan bisnis untuk mendorong kemandirian ekonomi dan penciptaan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat yang memulai usaha mikro.

Rizky Bayu Pamungkas, atau sering di sapa Bayu, menerima bantuan pembiayaan TKMP atas usahanya pada bidang industri pengolahan roti kering (bakery). Pria hitam manis, berhidung mancung, bertubuh ramping, tinggi badan 172cm, dengan berat badan 55 kg, kelahiran Pringsewu April 2005 ini merupakan anak ke empat dari lima bersaudara buah hati Bapak Sarwoto dan Ibu Dwi Widiastuti. Bayu menggeluti usaha kue/roti kering (bakery) berbahan baku tepung Almond yang bebas gluten (lemak jenuh). “Roti saya ini cocok sekali untuk orang yang sedang menjalani gaya hidup sehat atau yang sedang diet”, jelas Bayu. Selain itu bakery olahan Bayu juga menggunakan selai asli buatan sendiri tanpa campuran pengawet, pewarna, dan pemanis buatan. Varian rasa bakery ada tiga, yaitu nanas, blueberry, dan strawberry.

Rama Putra Heryan, atau sering di sapa Ibor, menerima bantuan pembiayaan TKMP atas usahanya sebagai supplier buah dan sayur mayur. Lajang berkulit kuning langsat, berkacamata, berkumis tipis, berperawakan tinggi besar, dengan tinggi badan 178 cm, dengan berat badan 74 kg, kelahiran Bandar Lampung Mei 2004 ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara putra dari pasangan Bapak Yanuari (alm) dan Ibu Damayanti. Ibor menggeluti bidang usaha pertanian ini dengan cara mengambil produk (buah dan sayuran) dari produsen lokal dan nasional. Produk sayuran didatangkan dari petani di Jawa Barat (Bandung), misalnya sayur brokoli, selada, paprika hijau, dan paprika merah.

“Untuk produsen sayur lokal, saya juga mengambil sayuran dari Pasar Induk Jatimulyo Lampung Selatan”, jelas Ibor. Produk buah-buahan didatangkan dari produsen lokal dari Pasar Induk Jatimulyo, seperti melon, semangka, dan nanas. Selain itu buah juga diambil dari agen buah di Kab. Tanggamus, seperti pepaya dan pisang. Produk sayur dan buah ini dijual kembali dalam partai besar ke hotel-hotel dan restoran di Bandar Lampung. “Saya melayani customer beberapa hotel dan restaurant di Bandar Lampung”, jelas Ibor. Beberapa hotel tersebut adalah hotel Aston, Emersia, Batiqa, Golden Tulip, dan Sahid. Sedangkan restoran yang menjadi customer usaha ini adalah restoran Alam Kuring dan restoran Lima.

Selain itu, Bayu dan Ibor juga memperoleh pendampingan langsung dari pihak Kementerian. Satu pendamping untuk 6-7 orang penerima hibah. “Kami berdua didampingi oleh Bapak Kautsar dari Kementerian”, jelas Ibor. Monitoring dan pendampingan dilakukan via zoom (online) dan monitoring melalui whatsapp group setiap minggu untuk memastikan kegiatan sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Meraka juga menerima pendampingan bisnis dari Kementerian dalam bentuk bantuan pemasaran digital dan pendampingan pengurusan NIB (Nomor Izin Berusaha). Terpisah, Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis menyampaikan rasa bangganya atas prestasi ini. “Aktivitas mereka ini sudah sangat sesuai dengan mandatory profil kelembagaan kami, yaitu mencetak calon-calon lulusan menjadi wirausahawan (entrepreneur), manager bisnis (business manager), ataupun analis bisnis (business analyst)”, jelasnya.